Blog

Natural PENTANA (Pengendali Hama Organik) Rp60,000.00

Deskripsi

Pentana

Natural Pentana – Telah kita ketahui bersama bahwa hama dan penyakit tanaman dapat menyebabkan berkurangnya hasil pertanian, bahkan bisa menyebabkan gagal panen. Terkadang petani sudah mengeluarkan banyak biaya untuk membeli benih, pupuk dan biaya lainnya, tetapi pada akhirnya tidak sampai panen. Hal inilah yang menyebabkan para petani menggunakan cara instan yaitu dengan menyemprot tanaman menggunakan pestisida kimia untuk mengatasi hama dan juga penyakit pada tanaman.

 

Penggunaan pestisida kimia memang berhasil membantu petani untuk mengendalikan hama penyakit tanaman dan meningkatkan produksi panen petani. Namun ternyata pemakaian pestisida kimia secara terus menerus dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, tanah menjadi tidak gembur, hingga pencemaran pada air sungai dan air sumur yang terdapat di sekitar lahan yang diberi pestisida kimia.

Daftar Isi

Indonesia sebagai Negara Agraris

Indonesia merupakan salah satu negara besar di daratan Asia dimana penduduknya banyak yang menggantungkan hidup di sektor pertanian. Itulah kenapa Indonesia disebut sebagai negara agraris. Sebagai negara agraris, Indonesia dikenal memiliki banyak kekayaan yang melimpah yang terbentang dari Sabang hingga Merauke. Terlebih kondisi Geografis Indonesia yang dinilai sangat strategis.

Misalkan dari aspek geografis Indonesia berada di daerah iklim tropis yang memiliki dua cuaca dengan intensitas hujan yang tinggi sehingga kondisi tanahnya menjadi subur dan mudah untuk ditanami berbagai varietas tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Hama merupakan salah satu musuh bebuyutan bagi petani dengan segala varietas tanamanan yang sedang mereka tanam.

Kemudian dari sisi geologi, Indonesia merupakan salah satu negara yang terletak pada lempeng tektonik yang merupakan titik pergerakan, sehingga di Indonesia banyak terbentuk gunung yang kaya akan mineral. Daerah Indonesia yang didominasi oleh perairan juga menjadi salah satu alasan lain akan kekayaan Indonesia lainnya, dimana perairan Indonesia menjadi rumah bagi banyak biota laut seperti tanaman, ikan, hewan laut, dan juga berbagai jenis mineral.

Sebagai salah satu negara agraris dengan populasi penduduk lebih dari 250 juta jiwa. Saat ini Indonesia mampu menghasilkan berbagai komoditas yang sudah diekspor Indonesia ke beberapa negara seperti jagung, sayur-sayuran, kedelai, padi, kedelai, aneka cabai, singkong, dan ubi.

Bukan hanya hasil pertanian yang dikenal menjadi ekspor andalan bagi Indonesia. Hasil perkebunan seperti karet, kelapa sawit, tembakau, cengkeh dan lain-lain juga menjadi komoditas ekspor bagi Indonesia.

Banyak proses yang harus dilewati oleh petani baik di sawah maupun di kebun untuk bisa menghasilkan hasil pangan dan kebutuhan lain yang setiap hari memenuhi kebutuhan manusia. Mulai dari masa tanam, masa pemeliharaan, dan masa panen tentunya banyak persoalan yang harus diselesaikan oleh para petani untuk bisa mendapatkan hasil panen yang maksimal. Pemilihan bibit yang berkualitas, metode penanaman, perubahan cuaca yang ekstrim, dan serangan penyakit / hama menjadi hal-hal yang biasanya menjadi persoalan serius bagi petani dan bisa mengancam keberlangsungan tanaman jika tak ditangani dengan tepat.

Penyakit tumbuhan dan hama menjadi salah satu permasalahan yang paling serius dan paling sering dialami oleh petani baik di sawah dan perkebunan. Tentunya kita sudah pernah meilihat sebuah lahan pertanian yang tidak dapat tumbuh secara maksimal. Penyebab suatu lahan pertanian yang tidak bisa berkembang secara maksimal kebanyakan disebabkan oleh penyakit yang menyerang dan hama penganggu. Akibatnya banyak sekali petani yang mengalami kerugian bahkan gagal panen akibat serangan dari dua hal tersebut. Lalu, apa saja jenis hama dan penyakit yang biasanya dijumpai oleh petani ?

Jenis-Jenis Hama dan Penyakit pada Tanaman

Hama pada tumbuhan adalah beberapa jenis makhluk hidup yang berupa hewan dimana aktivitasnya mengganggu pertumbuhan dan perkembangan tanaman baik di sawah maupun di kebun. Adapun berikut adalah hama-hama yang mengganggu tanaman,

Tikus

Siapa yang tidak mengenal tikus ? Hampir di seluruh lini bagian kehidupan manusia, tikus menjadi salah satu hewan yang hadir dan menjadi pengganggu. Tikus menjadi hama yang paling mendominasi dalam gagalnya petani menanam tumbuhan di lahan mereka. Tikus menjadi hama yang paling sering merugikan petani. Walaupun sudah dikenal menjadi hama yang paling beringas bagi kalangan petani, namun nyatanya penyelesaian tentang masalah hama tikus ini menjadi sesuatu yang sulit sekali untuk ditemukan jalan keluarnya.

Ini disebabkan tikus merupakan hewan yang memiliki mobilitas/pergerakan yang lincah dan cepat sehingga sangat sulit untuk ditangkap. Kemampuan adapatasinya yang sangat baik sehingga tikus bisa hidup di berbagai lingkungan dengan kondisi yang berbeda-beda serta memiliki kemampuan berkembang biak yang sangat baik sehingga mampu beranak dalam waktu singkat. Jangka waktu reproduksi tikus sangatlah singkat sehingga populasi mereka terlihat tak terbatas walau sudah sering dimusnahkan.

Tikus juga merupakan hewan yang lebih memilih aktif pada malam hari, sehingga perusakan pada lahan petani juga lebih sering terjadi pada malam hari. Bagian-bagian dari tumbuhan yang sering menjadi sasaran tikus adalah bagian batang dan biji, dimana tikus lebih dominan menyerang tumbuhan padi dan jagung.

Tikus memiliki gigi yang kuat dan tajam sehingga mereka mampu memakan bagian tumbuhan yang mempunyai kontur keras seperti biji padi dan jagung. Biasanya tikus membuat sarang di dekat lahan yang mereka serang berbentuk lubang atau bersembunyi diantara semak-semak.

Banyak metode yang digunakan untuk memberantas tikus. Namun, satu yang paling sering digunakan adalah pestisida kimia yang efektif mencegah serangan hama tikus. Sayangnya pestisida memiliki dampak yang kurang baik bagi lingkungan dan kesuburan tanah karena kandungan bahan kimia yang ada di dalamnya. PT. Natural Nusantara yang menjadi salah satu inovator untuk karya-karya yang sangat berguna mengatasi permasalahan di Indonesia seperti permasalahan hama di pertanian Indonesia. Natural Pentana menjadi solusi bagi petani di Indonesia untuk mengatasi permasalahan hama pengganggu tumbuhan tanpa menyebabkan penurunan kualitas pada lingkungan di lahan pertanian dan sekitarnya.

Wereng

Wereng menjadi jenis hewan lain yang menjadi musuh para petani di Indonesia. Wereng sendiri merupakan salah satu hewan yang berbentuk serangga kecil atau disebut sebagai kepik. Wereng biasanya menyerang bagian daun dan batang pada tumbuhan menjadi mati. Hama wereng juga menjadi salah satu penyebab menyebarnya penyakit tungro. Ada beberapa cara yang bisa diterapkan untuk mengusir wereng dari lahan pertanian anda seperti mengggunakan hama pengusir, penggunaan pupuk tanaman, dan mengatur pola tanam.

Walang Sangit

Hewan yang memiliki nama latin Leptocorisa Acuta ini juga menjadi salah satu penyebab lain dari rusaknya tanaman milik petani. Cara walang sangit merusak tanaman para petani adalah dengan cara meloncat-loncat dari satu tumbuhan ke tumbuhan lain sambil mengeluarkan bau yang tak sedap. Walang sangit meresahkan banyak petani di beberapa daerah di Indonesia.

Walang sangit yang masih muda atau dikenal dengan nama nifma memiliki mobilisasi yang lebih aktif dibandingkan dengan walang sangit tua atau yang dikenal dengan nama imago. Walaupun keduanya mampu menimbulkan kerusakan pada taman, namun dampak yang diberikan oleh walang sangit yang sudah tua lebih mengerikan dibandingkan dengan walang sangit muda (nifma). Adapun beberapa cara yang bisa diterapkan untuk mengatasi serangan walang sangit adalah sebagai berikut,

  • Memilih sistem tanam serentak
  • Membersihkan rumput liar di lahan pertanian/perkebunan anda, sehingga lahan tetap bersih
  • Memusnahkan walang sangit dengan cara mengangkapnya menggunakan perangkap
  • Melepaskan predator seperti laba-laba
  • Menanam tumbuhan yang menimbulkan efek mengganggu bagi walang sangit
  • Menggunakan Natural Pentana dari PT. Natural Nusantara. Pengendali hama yang mampu menjaga kesehatan tanaman dan juga melindungi tanaman dari serangan Hama pengganggu tanpa menyebabkan penurunan kualitas pada lahan pertanian / perkebunan karena dibuat oleh bahan-bahan alami yang teruji kualitasnya.

Ulat

Ulat adalah salah satu jenis hama lainnya yang mendominasi penyebab dari kerusakan lahan pertanian atau perkebunan yang terkadang bisa menyebabkan gagal panen. Ulat merupakan salah satu hewan pengganggu atau hama yang berasal dari telur kupu-kupu yang meletakkan telurnya di bawah daun, hingga akhirnya menetas dan menjadi lava yang biasa disebut ulat.

Biasanya lava yang menetas akan merusak tanaman dengan cara memakan bagian daun dan juga batang pada tumbuhan. Ulat merupakan salah satu hama yang paling mudah dijumpai dalam kehidupan manusia, maka ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghalau serangan lava agar tidak merusak tumbuhan yaitu selalu mengontrol bagian di sekitar daun tanaman, apabila ada telur kupu-kupu berwarna putih maka untuk bisa segera dibersihkan. Kemudian anda juga bisa menggenangi area persemaian dengan air gula agar ulat naik dan terlihat sehingga mudah untuk diberantas. Lalu cara yang terakhir dan paling ampuh adalah menggunakan Natural Pentana, pengendali hama organik dari PT. Natural Nusantara yang bisa mencegah serangan hama perusak tanaman.

Penyakit

Hama bukan menjadi satu-satunya musuh bagi para petani dan pekebun. Masih ada satu hal lain yang sangat mengganggu pada proses penanaman dan pemeliharaan tanaman lahan pertanian dan perkebunan yaitu penyakit tanaman.

 

Penyakit pada tumbuhan biasanya disebabkan oleh mikroorganisme jamur yang berbentuk virus, jamur, dan bakteri. Tumbuhan yang sudah terjangkit penyakit biasanya akan mengalami penurunan pada kualitas hasil panen dan juga pertumbuhan serta perkembangannya. Namun, penyakit yang menyerang tumbuhan bukan hanya berasal dari mikroorganisme saja, namun juga bisa disebabkan oleh kurangnya unsur hara dan unsur lainnya yang ada di dalam tanah pada lahan pertanian / perkebunan.

Tungro

Tungro menjadi salah satu penyakit yang sudah menyebar ke seluruh lahan pertanian di Indonesia. Penyakit ini sudah menjalar dengan skala nasional. Tungro sendiri disebabkan oleh dua jenis virus berbeda yang berbentuk batang dan bulat sebagai berikut Rice Tungro Baciliform Virus dan Rice Tungro Spherical Virus. Dari kedua virus itu penyakit tungro bisa menjalar melalui peran wereng yang berwarna hijau.

Penyakit Embun Tepung

Penyakit embun tepung adalah salah satu penyakit yang juga sangat mengganggu kesehatan tanaman dan bisa mengurangi kualitas hasil panen. Penyakit embun tepung adalah penyakit yang menyerang biji tanaman hingga mati. Perosnopora Parastica merupakan jamur yang menyebabkan munculnya penyakit embun tepung pada tanaman. Selain menyerang bagian biji dari tumbuhan biasanya penyakit ini juga akan berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan tanaman sehingga postur dari tanaman tersebut menjadi kerdil/boncel.

Selain membuat postur tanaman menjadi kerdil, penyakit ini juga bisa menjadikan daun pada tanaman memiliki titik-titik gelap sehingga tumbuhan terkesan tidak sehat.

Penyakit Layu Cabai

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki hasil perkebunan cabai yang cukup baik. Namun, adanya salah satu permasalahan yang membuat petani seringkali merugi karena gagal panen membuat harga cabai kadang tak stabil dan naik turun. Penyakit layu cabai dikenal sebagai salah satu penyakit yang sering membuat petani merugi. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang menyerang tanaman cabai. Ciri-ciri dari cabai yang sudah terserang penyakit ini adalah daunnya yang mudah layu dan warna daunnya yang menguning / mengering. Penyakit layu cabai ini dikategorikan menjadi dua jenis yaitu layu cabai fusarium dan layu cabai bakteri.

Penyakit Hawar Daun Kentang

Penyakit hawar daun kentang adalah jenis penyakit yang disebabkan oleh cendawan yang bernama Phytophthora infestans. Dimana awalnya disebut sebagai Botrytis infestans Mont. Beberapa gejala yang bisa ditengok dari indikasi serangan hawar daun kentang adalah adanya bercak yang dapat ditemukan di bagian tepi dan ujung pada daun tanaman. Seiring berjalannya waktu, bercak tersebut akan berubah warna menjadi kecoklatan dan menyebabkan tumbuhan menjadi layu.

Dalam bercak tersebut terdapat sporangium yang memiliki warna putih dan kehijauan. Penyakit tumbuhan ini awalnya hanya menyerang bagian daun saja, namun lama-kelamaan akan menyerang bagian lain seperti batang bahkan umbi. Umumnya penyakit ini akan berkembang secara siginfikan pada daerah dengan suhu 18-20 derajat celcius.

Penyakit-penyakit pada tanaman, memang terkenal sangat mengganggu dan tidak kalah membahayakan akan ancaman adanya gagal panen yang berakhir pada kerugiaan materil dan waktu. Maka, untuk mencegah adanya serangan penyakit tanaman pada lahan pertanian anda. Anda bisa menggunakan natural pentana yang berkhasiat untuk menjaga tanaman dari serangan penyakit dan hama serta meningkatkan kesehatan tanaman di lahan perkebunan atau pertanian dengan berbagai macam kontur dan jenis tanah.

Natural Pentana adalah salah satu pestisida alternatif untuk pengendalian hama dari PT Natural Nusantara (NASA) yang efisien, efektif, serta ramah terhadap lingkungan. Salah satu pestisida botani yang khusus diproduksi sebagai obat pembasmi dan pengendali hama tanaman yang paling ampuh. Dibuat dari jenis tumbuh-tumbuhan khusus dan menggunakan proses alami, sehingga tidak mengandung bahan kimia yang dapat merusak tanaman.

pentana

Bahan aktif yang terkandung di dalamnya salah satunya yaitu eugenol 261,3 gram per liter dan tersedia dalam bentuk cair. Natural Pentana dapat mewujudkan keinginan Anda untuk memiliki tanaman yang indah, sehat dan dapat tumbuh subur.

Manfaat Natural PENTANA

  1. Untuk pengendali hama organik
    Natural Pentana berfungsi membunuh hama pengganggu dengan formula saripati dari tumbuh-tumbuhan. Bahan organik yang terkandung dalam Natural PENTANA dijamin aman untuk musuh alami yang ada pada tanaman.
  1. Mudah dalam penggunaan
    Dengan cara penggunaan yang akan kami jelaskan, Natural Pentana tidak membutuhkan tenaga yang berat dalam pegaplikasiannya. Jenis komoditi tanaman yang dapat menggunakan Natural Pentana, antara lain semua jenis tanaman hias, tanaman sayuran seperti cabai, terong, tomat, dan tanaman buah-buahan.
  1. Tidak merusak lingkungan
    Mengandung 100% bahan organik sehingga dijamin aman untuk lingkungan, tidak akan merusak tanaman yang sedang dibudidaya dan tidak akan mengganggu keindahan lingkungan sekitar.
  2. Mudah terurai
    Saat Anda menggunakan Natural Pentana dan menyemprotkan ke tanaman, partikel yang terkandung di dalamnya akan cepat terurai, sehingga Natural Pentana mampu bekerja dengan cepat dan efektif untuk membunuh hama. Keunggulan inilah yang membuat Natural Pentana banyak digunakan oleh para petani dan masyarakat karena cara kerjanya yang dapat dengan cepat mengendalikan hama.

Hama Sasaran

  1. Hama sasaran utama

Yaitu hama Thrips sp., Ulat, Aphis sp.

Komoditi : terong, cabai, tanaman hias, kacang panjang, tomat, jagung, semangka, jeruk, kapas, tembakau, dan lain-lain.

  1. Hama sasaran lainnya

Hama : kutu-kutuan (kutu putih, kutu kebul, dan lain-lain)

Komoditi : tomat, cabai, melon, kacang-kacangan, teh, semangka, mangga, jeruk, kapas, tembakau, dan lain-lain.

pentana hama

Cara Pemakaian :

Campurkan 15-45 cc Pentana dan Aero-810 dan tambahkan sedikit air dalam wadah. Kemudian aduk hingga tercampur rata, tuangkan ke tangki semprot dan tambah air hingga penuh lalu semprotkan tepat mengenai hama sasaran. Sebaiknya dilakukan pada sore hari.

Petunjuk Keamanan :

Simpan di tempat yang aman dan jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Dapatkan Natural Pentana untuk pelindung tanaman Anda, hanya dari ditributor resmi PT. Natural Nusantara (NASA).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *