Blog

HORMONIK Rp145,000.00

Deskripsi

HORMONIK termasuk Produk Pertanian yang berupa hormon organik cair alami dari PT Natural Nusantara yang fungsinya saling mendukung dengan produk POC NASA yang sangat bagus untuk memicu pertumbuhan, pengumbian, pembungaan dan pembuahan tanaman untuk meningkatkan hasil panen.

HORMONIK-Hormon-Tumbuh-Tanaman

 

Daftar Isi

Pupuk dan Lahan Pertanian

Tanah adalah sumber utama pada keperluan di sektor pertanian yang bersifat dapat pulih dan dapat pula habis apabila tidak dikelola dengan baik. Di dalam usaha pertanian tanah memiliki fungsi utama sebagai sumber penggunaan unsur hara yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman dan sebagai tempat tumbuh dan berpegangnya akar serta tempat penyimpan air yang sangat diperlukan untuk kelangsungan hidup tumbuhan.

Dalam sektor pertanian unsur hara yang diperlukan bagi produksi dan tumbuhnya tanaman hanya mengandalkan sumber alami dari tanah yang bersumber dari bahan organik dan dari bahan mineral tanah tanpa adanya pasokan hara dari luar. Biasanya petani berpindah memilih tanah sebagai lahannya hanya berdasar pada tebal dan tipisnya lapisan humus dan ketersediaan airnya saja kemudian pergi meninggalkan lahan itu tadi yang sebenarnya malah memiliki lapisan humus tebal yang relatif lebih produktif.

Mengembalikan status hara di dalam tanah dapat dilakukan dengan memilih produk organik yang mampu menjaga kesuburan tanah. Setelah revolusi hijau terjadi dimana dahulu petani dihimbau untuk lebih mengedepankan hasil produksi dengan mengabaikan unsur tanah yang rusak karena penggunaan pupuk kimia yang berlebihan, maka sulit sekali para petani untuk dapat menetap di satu tempat saja. Status petani organik berkurang dan menjadi langka sejak saat itu.

Petani mulai banyak yang meninggalkan penggunaan pupuk organik baik yang berupa pupuk hijau ataupun kompos, dengan anggapan penggunaan pupuk organik kurang efektif dan efisien, karena kandungan unsur hara dalam bahan organik yang relatif kecil dan lambat tersedia. Saat ini telah terdapat sekitar 60 persen area sawah di Pulau Jawa yang kandungan bahan organiknya kurang dari 1 persen.

Penggunaan pupuk buatan yang berkonsentrasi tinggi yang tidak proporsional ini, akan berdampak pada penimpangan status hara dalam tanah sehingga akan berdampak pada penyusutan kandungan bahan organik tanah. Apabila tanah kandungan humusnya semakin berkurang, maka lambat laun tanah akan menjadi keras dan bergumpal, sehingga menjadi kurang produktif.

Pupuk Organik sangatlah penting bagi syarat tanah bila digunakan sebagai media tumbuhan dan lahan pertanian. Keadaan fisik tanah yang baik apabila dapat menjamin pertumbuhan akar tanaman mampu sebagaai tempat yang memiliki ketahanan terhadap erosi. Bahan bahan organik berfungsi sebagai salah satu bahan pembentuk agregat tanah yang dapat merekatkan antar partikel pada tanah untuk bisa bersatu menjadi agregat sehingga struktur dan tekstur tanah saling berkaitan.

Pada tanah berpasir bahan organik dapat merubah struktur tanah dari berbutir tunggal menjadi bentuk gumpal. Bahkan tanah yang semula tidak berstruktur atau terjal dapat membentuk struktur yang baik atau struktur yang sedang. Penambahan bahan organik dapat meningkatkan populasi mikroorganisme tanah baik jamur dan actinomycetes yang melalui pengikatan secara fisik butir-bitir primer oleh miselia jamur akan terbentuk agregat walaupun tanpa adanya fraksi lempung.

Kandungan bahan organik yang cukup di dalam tanah dapat memperbaiki kondisi pada tanah lahan pertanian agar tidak terlalu berat di dalam pengolahan tanah. Penambahan bahan organik mampu meningkatkan kemampuan dan kelekatan tanah. Pada tanah yang memiliki struktur halus pada saat menjadi basah akan mempunyai kelekatan dan keliatan yang tinggi sehingga akan sukar diolah. Bila anda menambahkan bahan organik maka akan dapat meringankan pengolahan tanah.

Penambahan bahan organik dalam tanah akan menyebabkan aktivitas dan populasi mikrobiologi dalam tanah menjadi meningkat, terutama yang berkaitan dengan aktivitas dekomposisi dan mineralisasi bahan organik yang digunakan para petani. Beberapa mikroorganisme yang berperan dalam dekomposisi bahan organik adalah fungi, bakteri dan aktinomisetes.

Di samping mikroorganisme tanah, fauna tanah juga berperan dalam dekomposi bahan organik antara lain yang tergolong dalam protozoa, nematoda, dan cacing tanah. Fauna tanah ini berperan dalam proses humifikasi dan mineralisasi atau pelepasan hara, bahkan ikut bertanggung jawab terhadap pemeliharaan struktur di dalam tanah.

Yang disebut mikro flora dan fauna tanah ini akan saling berinteraksi dengan kebutuhannya akan bahan organik, karena bahan organik menyediakan energi untuk tumbuh dan bahan organik yang diberikan akan memberikan karbon sebagai sumber energi. Terdapat senyawa yang mempunyai pengaruh terhadap aktivitas biologis yang ditemukan di dalam tanah adalah senyawa perangsang tumbuh (auxin), dan vitamin.

Senyawa-senyawa ini di dalam tanah berasal dari eksudat tanaman, pupuk kandang, kompos, sisa tanaman dan juga berasal dari hasil aktivitas mikrobia dalam tanah. Agar tidak terjadi degradasi bahan organik pada tanah maka upaya pengelolaan bahan organik tanah yang tepat perlu menjadi perhatian yang serius. Penambahan bahan organik secara terus menerus pada tanah merupakan cara pengelolaan yang murah dan mudah.

Namun walau pemberian bahan organik pada lahan pertanian telah dilakukan produksi tanaman akan masih sangat kurang optimal karena unsur hara yang disediakan dalam waktu pendek masih tergolong sangat rendah. Kualitas bahan organik sangat menentukan kecepatan proses dekomposisi dan mineralisasi bahan organik. Perlu juga dilakukan sinkronisasi untuk ketersediaan unsur hara dan kebutuhan tanaman akan hara agar kualitas tanah tepat dan dapat digunakan sebagai lahan pertanian. Sangat penting untuk memperhatikan penggunaan pupuk pada lahan pertanian.

Penggunaan Pupuk pada Tanaman

Proses pembentukan tanah berjalan terus menerus dan saling mempengaruhi. Kesuburan tanah merupakan suatu nilai kualitas dari kemampuan tanah untuk menyediakan hara bagi pertumbuhan suatu jenis tanaman dalam jumlah yang memadai dan seimbang. Tingkat kesuburan tanah akan mempengaruhi produksi dan hasil tanaman. Terkadang kadar nutrisi di alam bebas kurang mencukupi untuk mendukung pertumbuhan optimal dari suatu tanaman. Oleh sebab itu sangat perlu dilakukan pemupukan agar dapat meningkatkan kadar nutrisi tanaman.

Kadar dan nutrisi pada tanaman di lahan pertanian anda harus sesuai dengan kebutuhan unsur hara di dalam tanah dan juga nutrisi yang diperlukan pada tanaman sehingga hasil pertanian anda dapat sesuai dengan yang anda inginkan. Tentunya pemupukan dilakukan dengan perhitungan agar hasil pertanian tidak malah menjadi diserang hama maupun penyakit lainnya karena kesalahan dalam memenuhi unsur hara dan nutrisi bagi tanaman.

Berdasarkan bentuk fisik, pupuk dibedakan menjadi dua yaitu pupuk padat dan pupuk cair. Jenis pupuk padat diperdagangkan dalam bentuk onggokan, remahan, butiran, atau kristal. Sementara pupuk cair biasanya diperdagangkan dalam bentuk konsentrat atau cairan. Pupuk padatan juga dapat diaplikasikan ke tanah/media tanam, sementara pupuk cair diberikan secara disemprot ke tubuh tanaman.

Terdapat perbedaan dari pupuk dan suplemen. Suplemen untuk tanaman biasanya digunakan untuk kelancaran proses metabolisme. Pupuk adalah bahan tambahan yang digunakan pada tanaman ataupun tumbuh-tumbuhan yang dapat mencukupi kebutuhan mineral dan unsur hara yang diperlukan sehingga tanaman pada lahan pertanian mampu tumbuh dan berproduksi dengan baik.

Pupuk organik adalah pupuk yang mencakup semua pupuk yang dibuat dari sisa-sisa mikroorganisme atau organ hewan dan tumbuhan. Sedangkan pupuk kimia dibuat melalui proses pengolahan oleh manusia dari bahan-bahan mineral. Terdapat sebuah keunggulan yang adalah ia dapat memperbaiki kondisi fisik tanah karena membantu pengikatan air secara efektif di dalam tanah.

Banyak lahan di negara Indonesia ini yang memiliki kadar bahan organik di dalam tanah yang kurang dari 1 %. Sangat jarang dan mungkin sangat sedikit petani yang menyadari bahwa tumbuhan memerlukan bahan organik untuk kelangsungan hidupnya. Tidak sedikit petani yang beranggapan bahwa bila menggunakan pupuk kimia yang banyak maka akan memperoleh hasil yang sangat berlimpah ruah.

Banyak para ahli yang telah menyatakan bahwa lahan pertanian sebenarnya membutuhkan pupuk organik sebagai sumber pupuk dan zat hara, bukan dari pupuk buatan atau pupuk kimia. Pupuk Organik juga sangat bermanfaat untuk memperbaiki kualitas dari tanah sebagai lahan pertanian.

Pupuk alam adalah pupuk yang didapat langsung dari alam, contohnya fosfat alam, pupuk kandang, pupuk hijau, kompos. Jumlah dan jenis unsur hara yang terkandung di dalamnya sangat bervariasi. Sebagian dari pupuk alam dapat disebut sebagai pupuk organik karena merupakan hasil proses dekomposisi dari material mahluk hidup seperti, sisa tanaman, kotoran ternak, dan lain-lain.

Pupuk alam atau pupuk organik telah mencakup semua bahan yang dihasilkan dari makhluk hidup. Di dalam kadar nutrisi dari pupuk organik umumnya lebih rendah dibandingkan dengan pupuk anorganik. Keberadaan nutrisi pada pupuk jenis organik dapat lebih larut di dalam molekul yang terdapat pada tanah. Jika pupuk organik tidak dikelola atau diolah secara tepat justru akan menjadi sarana pertumbuhan patogen yang merugikan bagi tanaman.

Kotoran hewan yang diolah dapat menjadi sumber utama dari bahan pembuatan pupuk organik. Penelitian di sektor pertanian menunjukkan bahwa kotoran ayam dapat dijadikan sebagai pupuk organik karena kotoran ayam dapat membuat kondisi tanah menjadi lebih baik bagi pertumbuhan pada tanaman daripada anda menggunakan pupuk anorganik.

 

Pada lingkungan petani di Indonesia, sebagian besar jerami padi digunakan untuk alas ternak dan sebagai pakan ternak. Untuk tujuan ini, sebagian besar hara yang terkandung dalam sisa tanaman yang digunakan untuk alas ternak tadi, kemungkinan dikembalikan ke tanah dalam bentuk pupuk kandang jika kotoran ternak tersebut ditangani oleh petani dengan tepat.

Penggunaan yang lain dari sisa tanaman adalah untuk bahan bakar. Praktek-praktek pengelolaan sisa tanaman memegang peranan utama dalam mengatur ketersediaan hara yang terkandung dalam sisa tanaman untuk bahan organik bagi tanah. Jumlah dan komposisi sisa tanaman yang dikembalikan ke tanah secara langsung sebagai pupuk merupakan variabel-variabel penting dalam mengatur imobilisasi ataupun mineralisasi hara dalam tanah. Jerami padi, jagung dan tebu merupakan sisa tanaman yang mempunyai kandungan unsur hara yang tinggi.

Suatu tanaman dapat digunakan sebagai pupuk hijau atau pupuk organik apabila dapat cepat tumbuh, bagian atas tanamannya banyak dan lunak dan memiliki kesanggupan untuk tumbuh cepat pada tanah yang kurang subur, sehingga cocok dalam rotasi tanah pada lahan pertanian. Penggunaan tanaman ini sebagai pupuk hijau mampu meningkatkan ketersediaan unsur hara dan menjaga kesuburan tanah sebagai lahan pertanian.

Petani perlu sekali untuk memperhatikan unsur hara pada tanah mereka agar dapat menggunakan lahan pertanian secara optimal dan dapat mendapatkan hasil pertanian yang maksimal tanpa harus menggunakan pupuk kimia. Selain itu keberlangsungan dari sektor pertanian akan berlanjut karena tanah tidak kehilangan unsur haranya.

Hormon yang dibutuhkan oleh tanaman

Ada tiga hormon yang mutlak dibutuhkan oleh tanaman dalam proses pertumbuhannya yaitu auksin, giberelin, sitokinin. Jika tanaman kekurangan salah satu hormon tersebut maka pertumbuhannya akan terganggu. Tanaman bisa menjadi kerdil (pertumbuhan lambat), pertumbuhan akar kurang sempurna, umbi sedikit dan kecil, bunga dan buah mudah rontok. Jika tanaman mempunyai penyakit, tentunya akan memperngaruhi produksi hasil dari tanaman tersebut.

Oleh karena itu, keberadaan hormon sangatlah penting. Sekarang ini telah banyak hormon di pasaran yang umumnya bersifat kimia. Pemakaian hormon kimia untuk tanaman seharusnya tidak dianjurkan karena sifatnya yang cenderung sukar terurai oleh alam, sehingga dalam pemakaian jangka panjang akan menimbulkan dampak negatif bagi tanaman dan lingkungan di sekitarnya.

HORMONIK merupakan suplemen pertanian yang berbahan organik untuk memicu pertumbuhan, pengumbian, pembungaan dan pembuahan tanaman untuk mendapatkan hasil panen yang optimal. HORMONIK mengandung Zat Pengatur Tumbuh (ZPT), Organik terutama Auksin, Giberelin, dan Sitokinin, di formulasikan dari bahan alami yang dibutuhkan oleh semua jenis tanaman. Penambah hormon alami ini aman bagi kesehatan manusia maupun binatang. Hormon untuk tanaman yang terkandung dalam HORMONIK merupakan senyawa alami yang mengatur pertumbuhan tanaman yang terdiri dari auksin, giberelin, dan sitokinin.

  • Auksin

Auksin di dalam tumbuhan merupakan indol 3-asetat (IAA) yang dihasilkan oleh jaringan muda yang sedang tumbuh. Fungsi dari hormon ini adalah untuk perbesaran dan diferensiasi sel, peningkatan respirasi tanaman, merangsang sintesis RNA, problem dan enzim. Auksin sangat berperan dalam fase pembentukan jaringan pada pertumbuhan vegetatif.

  • Giberelin

Hormon ini beperan dalam mendorong pertumbuhan atau pemanjangan tubuh tanaman (akar dan batang), merangsang pembungaan, menormalkan pertumbuhan tanaman yang kerdil. Hormon ini bekerja secara saling membantu dengan hormon lain (sinergis) seperti hormon auksin.

  • Sitokinin

Sitokinin beperan dalam pemesaran dan diferensiasi sel, menghalangi ketuaan, mengarahkan aliran asam amino, dan zat makanan ke seluruh tubuh ke bagian tanaman dengan konsentrasi sitokinin tinggi.

Hormon Organik Natural Nusantara

Manfaat HORMONIK

  • Mempercepat proses pertumbuhan pada tanaman dan akar
  • Memperbesar dan memperbanuak umbi
  • Memperbesar dan memperbanyak buah
  • Dapat mengurangi kerontokan pada bunga dan buah
  • Meningkatkan keawetan hasil panen
  • Memacu dan meningkatkan bobot pada hewan ternak

Cara Pemakaian HORMONIK NASA

  • Kocok dahulu sebelum digunakan
  • Dosis : 1 sampai 2 cc HORMONIK per 1 liter air
  • Penggunaan lebih optimal jika dicampur dengan POC NASA (dosis 1 tutup Hormonik + 3 tutup POC NASA) per tangki
  • Penggunaan dengan cara disemprotkan terutama pada daun tanaman hingga merata
  • Tanaman semusim : mulai pertengahan usia tanaman hingga menjelang reproduksi yaitu sebelum berbunga / berumbi (3 sampai 6 kali semprot). Penggunaan semenjak awal tanam lebih baik
  • Tanaman tahunan : 2 sampai 4 bulan sebelum berbunga atau berbuah (3 sampai 6 kali semprot)
  • Unggas : 1 sampai 2 tutup HORMONIK + 1 botol (500 cc) POC NASA / Vitema Plus, diberikan ke unggas (ayam) setiap hari satu kali.

HORMONIK mempunyai dosis yang lebih lebar sehingga apabila dalam penggunaannya ada kelebihan dosis, maka tidak akan membahayakan tanaman. Produk HORMONIK ini mudah terurai oleh alam sehingga aman bagi kesehatan lingkungan dan manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *